Saturday, July 12, 2014

Kriminalitas (tugas semester 5 STIA AMT) Menganalisis



PENDAHULUAN


Selama Agustus 2011, kriminalitas di Kalimantan Selatan meningkat tajam, dengan berbagai motif, seperti pencopetan, penipuan hingga peredaran uang palsu dll
Masyarakat modern yang serba kompleks sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industrialisasi dan urbanisasi memunculkan banyak masalah sosial. Usaha adaptasi atau penyesuaian diri terhadap masyarakat modern sangat kompleks itu menjadi tidak mudah. Kesulitan mengadakan adaptasi menyebabkan banyak kebimbangan, kebingungan, kecemasan dan konflik, baik konflik eksternal yang terbuka, maupun yang internal dalam batin sendiri yang tersembunyi dan tertutup sifatnya. Sebagai dampaknya orang lalu mengembangkan pola tingkah-laku menyimpang dari norma-norma umum, dengan jalan berbuat semau sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan pihak lain.
Dalam perkembangan masyarakat seperti ini, pengaruh budaya di luar sistem masyarakat sangat mempengaruhi perilaku anggota masyarakat itu sendiri, terutama anak-anak, lingkungan, khususnya lingkungan sosial, mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan perilaku anak-anak, termasuk perilaku jahat yang dilakukan oleh anak-anak.
Beberapa waktu terakhir ini, banyak terjadi kejahatan atau perilaku jahat di masyarakat. Dari berbagai mass media, baik elektronik maupun cetak, kita selalu mendengar dan mengetahui adanya kejahatan atau perilaku jahat yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Pelaku kejahatan atau pelaku perilaku jahat di masyarakat tidak hanya dilakukan oleh anggota masyarakat yang sudah dewasa, tetapi juga dilakukan oleh anggota masyarakat yang masih anak-anak atau yang biasa kita sebut sebagai kejahatan anak atau perilaku jahat anak.
Fakta menunjukkan bahwa semua tipe kejahatan karena tingkat kesejahteraan rendah itu semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya perkembangan industrialisasi dan urbanisasi. Kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat pada intinya merupakan produk dari kondisi masyarakatnya dengan segala pergolakan sosial yang ada di dalamnya. Kejahatan ini disebut sebagai salah satu penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Penyakit sosial atau penyakit masyarakat adalah segala bentuk tingkah laku yang di anggap tidak sesuai, melanggar norma-norma umum, adat-istiadat, hukum formal , atau tidak bisa diintegrasikan dalam pola tingkah laku umum.
Kejahatan dalam segala usia termasuk remaja dan anak-anak dalam dasawarsa lalu, belum menjadi masalah yang terlalu serius untuk dipikirkan, baik oleh pemerintah, ahli kriminologi , penegak hukum, praktisi sosial maupun masyarakat umumnya.
Perilaku jahat masyarakat merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada yang disebabkan oleh salah satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka itu mengembangkan bentuk tingkah-laku yang menyimpang. Pengaruh sosial dan kultural memainkan peranan yang besar dalam pembentukan atau pengkondisian tingkah-laku kriminal dan remaja. Perilaku masyarakat  ini menunjukkan tanda-tanda kurang atau tidak adanya konformitas terhadap norma-norma sosial.
Masyarakat dan pada umumnya anak-anak dan remaja yang melakukan kejahatan itu kurang memiliki kontrol-diri, atau justru menyalahgunakan kontrol-diri tersebut, dan suka menegakkan standar tingkah-laku sendiri, di samping meremehkan keberadaan orang lain. Kejahatan yang mereka lakukan itu pada umumnya disertai unsur-unsur mental dengan motif-motif subyektif, yaitu untuk mencapai satu objek tertentu dengan disertai kekerasan. Pada umumnya anak-anak dan remaja tersebut sangat egoistis, dan suka sekali menyalahgunakan dan melebih-lebihkan harga dirinya.


ANALISIS


Kriminalitas atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris.
Penyebab meningkatnya tindak kriminalatas di Kalimantan Selatan itu diperkirakan karena faktor perekonomian masyarakat yang sampai sekarang belum begitu menggembirakan atau mungkin masih di bawah standar kesejehteraan
Selain itu, faktor yang mempengaruhi meningkatkan tindak kejahatan tersebut seperto kondisi politik di daerah yang tak stabil, sosial budaya masyarakat, tingkat pendidikan yang rendah, tambahnya.
Jenis-jenis kejahatan konvensional itu antara lain berupa perkosaan, pembunuhan, perampokan, pencurian, penganiayaan, narkotika, perjudian, dan premanisme yang kerap terjadi di tatanan kehidupan masyarakat.
Usaha jajaran Polda Kalsel menekan angka naiknya tindak kriminalitas antara lain mengadakan penyuluhan rutin kepada masyarakat tentang kesadaran hukum, bahaya narkotika dan minuman keras, kekerasan dalam rumah tangga, serta peranan Polisi dalam kehidupan masyarakat.
Prediksi peningkatan angka kriminalitas pada tahun 2007 itu sesuai dengan besar kecilnya gejolak sosial yang terjadi pada kehidupan masyarakat, khususnya pada daerah pemukiman padat penduduk yang kerap terjadi gesekan sosial.
Penekanan tindak kriminalitas akan tercapai bila masyarakat Kalimantan Selatan dan pemerintah saling membantu untuk menjalankan roda kehidupan sesuai aturan yang ada dan Polisi berperan menjalankan fungsi pegawasan serta penegakan hukum.
Selain itu, diharapkan kepada pemegang fungsi legislatif di Pemerintahan Daerah Kalsel agar segera mengesahkan Peraturan Daerah tentang Minuman Keras (Miras) karena tindak kriminalitas yang kerap terjadi kebanyakan pelakunya berada di bawah pengaruh miras.
Hal lain yang tak kalah pentingnya agar masyarakat Kalsel dapat bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menanggulangi tindak kriminalitas yang kerap terjadi di tatanan kehidupan masyarakat dan melaporkan setiap tindak kejahatan ke pos polisi terdekat agar segera ditangani,
Salah satu pemicu banyak tindak kriminalitas di wilayah Kota Banjarmasin disebabkan oleh pengaruh minuman keras (miras), kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Hilman Thayib SIK, (Harian Umum Tabengan)
Setiap pelaku tindak kriminal yang diamankan oleh polisi pasti di bawah pengaruh minuman keras. Ia meyakini bahwa salah satu faktor utama maraknya kriminalitas di Kota Banjarmasin awalnya selalu dipengaruhi minuman keras karena dengan meminum-minuman itu pikiran seseorang jadi tidak terkontrol.
Untuk mengatasi hal tersebut pihak Polresta Banjarmasin selalu dan senantiasa melakukan razia terhadap peredaran miras di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya agar peredaran minuman haram tersebut tidak marak.
"Para pelaku tindak kriminal yang kita amankan, selalu mendahului aksinya dengan meneguk minuman keras sehingga pikiran mereka tidak terkontrol dan tidak bisa berpikir sehat.
Hilman mencontohkan, untuk kasus yang masih hangat di Banjarmasin, pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur yang tiga pelakunya juga masih di bawah umur itu, mereka sebelum melakukan aksi tersebut didahului dengan pesta miras.
Ia tidak menyangka peredaran miras sudah masuk ke tingkat anak di bawah umur, sehingga mau tidak mau hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, bisa rusak generasi muda mendatang.
Untuk mencegah agar tidak terjadi lagi  kasus tersebut, la njut Hilman, maka seluruh jajaran Polsek di wilayah Kota Banjarmasin diperintahkan untuk merazia tempat yang diindikasikan terjadi peredaran miras.







Harusnya para orangtua agar selalu memperhatikan setiap perubahan perilaku anak agar selalu terpantau dan terkontrol, guna pendekatan yang baik agar anak dalam menyelesaikan permasalahannya tidak dengan jalan mabuk-mabukan dan terpengaruh oleh pergaulan bebas yang marak saat ini.
Bukan itu saja, orangtua harus memperhatikan dengan siapa anak itu bergaul apabila mengarah ke hal negatif maka cepat dicegah sebelum masuk dalam proses hukum yang bisa membuat dia nantinya menjadi terpuruk.
Sudah banyak saat ini pelaku tindak pidana berusia produktif dan semuanya saat dilakukan penyidikan mengakui sebelum melakukan aksi nekat kejahatan diawali dengan pesta miras.

KESIMPULAN


Penyebab meningkatnya tindak kriminalatas di Kalimantan Selatan itu diperkirakan karena faktor perekonomian masyarakat yang sampai sekarang belum begitu menggembirakan atau mungkin masih di bawah standar kesejehteraan
Selain itu, faktor yang mempengaruhi meningkatkan tindak kejahatan tersebut seperto kondisi politik di daerah yang tak stabil, sosial budaya masyarakat, tingkat pendidikan yang rendah, tambahnya.
Jenis-jenis kriminalitas antara lain berupa perkosaan, pembunuhan, perampokan, pencurian, penganiayaan, narkotika, perjudian, dan premanisme yang kerap terjadi di tatanan kehidupan masyarakat.
Salah satu pemicu banyak tindak kriminalitas di wilayah Kota Banjarmasin disebabkan oleh pengaruh minuman keras (miras)
Setiap pelaku tindak kriminal yang diamankan oleh polisi pasti di bawah pengaruh minuman keras. Ia meyakini bahwa salah satu faktor utama maraknya kriminalitas di Kota Banjarmasin awalnya selalu dipengaruhi minuman keras karena dengan meminum-minuman itu pikiran seseorang jadi tidak terkontrol.
Menurut saya solusinya yang bagus untuk menghadapi realita ini berupa aparat yang terkait harus lebih agresif untuk menyosialisasikan berbagai kejahatan tersebut agar masyarakat lebih waspada melalui berbagai sarana komunikasi
Selain itu pengamanan di tempat-tempat keramaian juga harus lebih ditingkatkan, untuk meminimalisasi tingkat kejahatan dan orangtua agar selalu memperhatikan setiap perubahan perilaku anak agar selalu terpantau dan terkontrol, guna pendekatan yang baik agar anak dalam menyelesaikan permasalahannya tidak dengan jalan mabuk-mabukan dan terpengaruh oleh pergaulan bebas yang marak saat ini.

No comments:

Post a Comment