Format Interaksi Komunikasi ( makalah STIA AMT BPk. Jumadi)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau dimana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat di pungkiri, begitu juga halnya bagi suatu organisasi.Dengan adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil. Begitu pula sebaliknya, kurang atau tidaknya komunikasi,  organisasi dapat macet atau berantakan. Komunikasi kelompok merupakan interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Sedangkan komunikasi organisasi merupakan pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.
Berhasil atau tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah komunikasi interpersonal yang efektif dalam organisasi tersebut.Sehingga menjadi hal yang sangat penting diketahui oleh seorang pemimpin mengenai konsep-konsep dasar dari komunikasi agar dapat membantu dalam mengelola organisasi dengan efektif
Berdasarkan jumlah interaksi yang terjadi dalam komunikasi, dapat di bedakan menjadi tiga kategori yaitu, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok kecil dan komunikasi publik.Dan masih banyak yang lain yang berhubungan dengan komunikasi kelompok dan organisasi. Maka dari itu di dalam makalah ini membahas lebih mendalam tentang Format Interaksi Komunikasi Organisasi.




B.     Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui maksud dari Komunikasi Interpersonal dan peranannya terhadap komunikasi lainnya.
2.      Agar dapat mengetahui pentingnya Interaksi Komunikasi dalam Organisasi.
3.      Dapat memahami lebih detail tentang Format Interaksi Komunikasi Organisasi.

C.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah tujuan dari Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Kelompok Kecil dan Komunikasi Publik ?
2.      Apa saja yang dipelajari dalam Interaksi Komunikasi Organisasi ?
3.      MengapaFormat Interaksi Komunikasi berperan penting dalam sebuah Organisasi?

D.    Batasan Masalah
Dalam makalah ini kami hanya membahas lebih mendalam mengenai Format Interaksi Komunikasi Organisasi.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Komunikasi Interpersonal
1.      Pengertian Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi di antara seseorang dengan seorang lainnya. Proses pertukaran informasi dapat berlangsung diantara dua orang atau lebih, serta dapat langsung diketahui timbal baliknya. Komunikasi interpersonal sangat dipengaruhi oleh proses komunikasi intrapersonal dalam individu. Wenburg dan Wilmat (1973) menyatakan bahwa persepsi individu tidak dapat dicek oleh orang lain, semua arti atribut pesan ditentukan oleh masing-masing individu. Persepsi  seseorang memainkan peranan penting dalam menginterpretasikan pesan.
Dengan bertambahnya orang yang terlibat dalam komunikasi, maka persepsi masing-masing peserta komunikasi akan bertambah pula, sehingga komunikasi tersebut semakin kompleks. Komunikasi interpersonal berarti membentuk hubungan dengan orang lain.

2.      Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding (1972) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi reaksi intim, percakapan sosial, interograsi (pemeriksaan) dan wawancara.
a.       Interaksi Intim
Komunikasi dengan teman baik, pasangan yang sudah menikah, anggota famili, dan orang-orang yang mempunyai ikatan emosional yang kuat termasuk interaksi intim.Kekuatan dari hubungan menentukan iklim interaksi yang terjadi.Dalam organisasi, hubungan ini dikembangkan dalam sistem komunikasi informal.
b.       Percakapan Sosial
Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana dengan sedikit berbicara.Percakapan biasanya tidak begitu terlibat secara mendalam.Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi.
c.        Interograsi atau Pemeriksaan
Interograsi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi daripada orang lain. Perdebatan dan pertengkaran secara verbal adalah bentuk interograsi dimana kedua pihak menuntut satu sama lain, dan control bertukar beberapa saat. Pertengkaran verbal sering ditandai dengan isu benar atau salah. Debat diatur oleh sejumlah aturan dan umumnya lebih formal daripada pertengkaran.
d.      Wawancara
Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi interpersonal dimana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Salah seorang mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi dan yang lainnya mendengarkan dengan baik kemudian memberikan jawaban yang dikehendaki sampai tujuan wawancara tercapai.

3.      Kebutuhan Komunikasi Interpersonal dalam Organisasi
Individu mempunyai kebutuhan sosial yang dipenuhinya melalui komunikasi interpersonal. William C. Schutz (1966) mengidentifikasikan tiga macam kebutuhan dasar ini, yaitu kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan diikutsertakan, dan kebutuhan akan kekuasaan atau kontrol.
a.       Kasih Sayang
Kebutuhan akan kasih sayang adalah kebutuhan untuk mempertimbangkan apakah diri kita disayangi atau disukai oleh orang lain. Orang yang telah memenuhi kebutuhan ini menurut Schutz disebut personal.Selanjutnya orang yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan ini disebut kurang personal atau terlalu personal.
b.      Diikutsertakan
Kebutuhan diikutsertakan berarti kebutuhan untuk merasa berarti dan diperhitungkan. Menurut Schutz, orang-orang yang tidak berhasil memenuhi kebutuhan ini dinamakan kurang sosial atau terlalu sosial.

c.       Kontrol
Kontrol adalah kebutuhan yang timbul karena resa tanggung jawab dan kepemimpinan. Hampir semua kita mempunyai beberapa kebutuhan mengontrol orang lain atau lingkungan sekeliling kita, tetapi kekuatan dan cara menyatakan kebutuhan ini berbeda-beda. Terdapat tiga tipe berbeda yaitu Abdikrat, Autokrat, Demokrat.

4.      Tujuan Komunikasi Interpersonal
Tujuan komunikasi interpersonal tidak perlu disadari pada saat terjadinya pertemuan dan juga tidak perlu dinyatakan.Tujuan itu boleh disadari dan boleh tidak disadari serta boleh disengaja atau tidak disengaja. Diantara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut:
a.       Menemukan Diri Sendiri
b.      Menemukan Dunia Luar
c.       Membentuk dan Menjaga Hubungan yang Penuh Arti
d.      Berubah Sikap dan Tingkah Laku
e.       Untuk Bermain dan Kesenangan
f.       Untuk Membantu

5.      Aksioma Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal pada hakikatnya adalah komunikasi yang bersifat transaksi. Ada enam aksioma yang bersifat transaksi:
a.       Komunikasi Tidak Terhindarkan
b.      Komunikasi Tidak Dapat Diulang (Irreversible
c.       Komunikasi Mempunyai Dimensi Isi dan Hubungan
d.      Komunikasi Mempunyai Proses Penyesuaian
e.       Hubungan Ditentukan oleh Pemberian Tanda
f.       Interaksi Dipandang sebagai Sesuatu yang Simetris

6.      Kepercayaan Interpersonal dan Keterbukaan
Hubungan antara atasan dan bawahan merupakan jantung pengelolaan yang efektif.Agar hubungan ini berhasil harus ada kepercayaan dan keterbukaan antara atasan dan bawahan.Haney (1973) menemukan bahwa makin tinggi kepercayaan, cenderung membuat motivasi kerja makin tinggi. Menurut Haney, terdapat dua siklus yaitu yang bersifat konstruktif dan destruktif. Dalam siklus konstruktif, kinerja yang tinggi disebabkan oleh kepercayaan yang tinggi dan siklus yang destruktif terjadi keadaan yang sebaliknya.
Bila bawahan merasa bahwa atasan mereka tidak percaya pada mereka, mereka akan merespon dengan sedikit kebencian dan kurang kerelaan. Haney merekomendasikan dua cara untuk memecahkan siklus destruktif. Salah satu adalah inisiatif bawahan dan inisiatif atasan.Tanpa kerjasama kedua pihak, tidak mungkin memecahkan siklus destruktif

7.      Hubungan Interpersonal yang Efektif
Menurut Roger, hubungan interpersonal yang efektif apabila kedua pihak memenuhi kondisi berikut :
a.       Bertemu satu sama lain secara personal.
b.      Empati secara tepat terhadap pribadi yang lain dan berkomunikasi yang dapat dipahami satu sama lain secera berarti.
c.       Menghargai satu sama lain, bersifat positif dan wajar tanpa menilai atau keberatan.
d.      Menghayati pengalaman satu sama lain dengan sungguh-sungguh, bersikap menerima dan empati satu sama lain
e.       Merasa bahwa saling menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung serta mengurangi kecendrungan gangguan arti.
f.       Memperlihatkan tingkah laku yang percaya penuh dan memperkuat perasaan aman terhadap yang lain.

8.      Hubungan Kekuasaan (Power) dengan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi dipengaruhi oleh persepsi kekuasaan kita dalam berhubungan dengan orang lain dan persepsi kekuasaan orang lain dalam hubungannya dengan kita. Dalam tiap interaksi komunikasi ada keunikan kebutuhan tertentu yang bersifat fisik, psikologis dan sosial yang satu hubungan tergantung pada persepsi hubungan kekuasaan di antara kedua pihak yang berkomunikasi. French dan Roven membedakan lima tipe kekuasaan (power) yaitu reward power, legitimate power, referent power, skill power dan coercive power.
B.     Komunikasi Kelompok Kecil
1.      Pengertian Komunikasi Kelompok Kecil
Menurut Shaw (1976) kelompok kecil adalah suatu kumpulan individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain ,memperoleh beberapa kepuasan satu sama lain ,berinteraksi untuk beberapa tujuan ,mengambil peranan, terikat satu sama lain dan berkomunikasi tatap muka. Jika salah satu komponen ini hilang individu yang terlibat tidaklah berkomunikasi dalam kelompok kecil.

2.      Tujuan Komunikasi Kelompok Kecil
a.       Tujuan Personal
1)      Hubungan Sosial
Yaitu untuk memperkuat hubungan interpersonal dan menaikkan kesejahteraan, serta menimbulkan rasa kasih sayang
2)      Penyaluran
Yaitu  memberikan kemungkinan untuk menyalurkan perasaan kita, termasuk perasaan kecewa, perasaan takut, keluhan, maupun harapan dan keinginan kita.
3)      Kelompok Terapi
Biasanya digunakan utnuk membantu orang menghilangkan sikap-sikap negatif dalam beberapa aspek kehidupan mereka.
4)      Belajar
Dengan adanya komunikasi, kita dapat belajar dari orang lain.
b.      Tujuan yang Berhubungan dengan Pekerjaan
1)      Pembuatan Keputusan
Mendiskusikan alternatif dengan orang lain dapat membantu kita untuk memutuskan mana pilihan yang terbaik untuk kelompok.
2)      Pemecahan Masalah
Kelompok kecil adalah cara yang terbaik untuk memecahkan masalah. Orang membentuk kelompok pemecahan masalah dalam bermacam-macam konteks seperti di tempat kerja, di pemerintahan, di sekolah, dan di rumah.



3.      Kelompok Kecil sebagai Satu Sistem
Masukan, merupakan materi mentah dalam kelompok kecil seperti orang informasi yang di gunakan kelompok untuk berinteraksi orang atau anggota kelompok adalah masukan karena tiap orang dalam kelompok membawa kualitas tertentu seperti kepribadian ,umur, kesehatan, pengetahuan, sikap, nilai dan kemampuan memecahkan masalah. Seperti kita ketahui system bersifat terbuka atau tertutup tergantung pada tingkat komunikasi dengan lingkunganya.

4.      Karakteristik Kelompok Kecil
a.       Mempermudah pertemuan ramah tamah. Bukti menunjukan bahwa bila orang datang bersama-sama mereka cenderung untuk berlomba.perlomban itu mempunyai tipe ,tidak ada yang menang atau yang kalah tetapi mempunyai konotasi yang sama.
b.      Personality kelompok. Bila sekelompok orang datang bersama mereka membentuk identitas mereka sendiri yang menjadikan personaliti kelompok.
c.       Kekompakan yaitu daya tarikan anggota kelompok satu sama lain dan keinginan mereka untuk bersatu.
d.      Komitmen terhadap tugas.aktivitas individu lainnya dalam kelompok yand dekat hubunganya dengan komitmen adalah motivsi.
e.       Besarnya kelompok.
f.       Norma kelompok. Norma kelompok adalah aturan dan pedoman yang di gunakan oleh kelompok itu sendiri maupun beberapa faktor eksternal di luar kelompok.
g.      Saling tergantung satu sama lain

5.      Variabel Kunci Kelompok Kecil
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi kelompok kecil di antaranya adalah variabel yang berhubungan dengan input kelompok dan  proses transformasi kelompok. Beberapa di antara faktor kunci tersebut akan di bicarakan pada bagian berikut ini.



a.       Peranan berdasarkan fungsi
Para peneliti kelompok tang dinamis mengidentifikasikan dua peranan utama dari anggota kelompok yaitu peranan tugas dan peranan untuk pemeliharaan.
Brune dan Sheats merinci tugas dalam komunikasi kelompok yang berkenaan dengan tugas-tugas dan pemeliharaan.
1)      Tingkah laku Tugas
a)      Mengambil inisiatif seperti menentukan apakah masalah yang akan di bahas menentukan aturan dalam komunikasi kelompok dan mengembangkan ide.
b)      Memberikan dan mencarikan informasi misalnya bertanya atau memberikan pendapat
c)      Mencari dan memberikan pendapat seperti bertanya dan memberikan pendapat
d)     Mengelaborasi dan menjelaskan seperti memberikan informasi tambahan tentang saran dan ide tertentu.
e)      Orientasi dan ringkasan seperti meninjau kembali pokok-pokok penting dalam usaha memberikan pengarahan atau bimbingan dalam diskusi.
f)       Mentes konsesus misalnya mencek apakah kelompok sudah siap untuk membuat keputusan
2)      Tingkah Laku Pemeliharaan
a)      Mengharmoniskan kelompok seperti menyelesaikan perbedaan dan mengurangi ketegangan komunikasi kelomopok, kadang-kadang dengan membuat humor.
b)      Mencari jalan tengah seperti menawarkan jalan tengah pada isu atau perubahanposisi
c)      Memberikan sokongan dan semangat seperi menghargai ,setuju,menerima  kontribusi yang lain.
d)     Menjaga lalu lintas komunikasi seperti ,mempermudah interaksi di antara anggota.
e)      Menentukan sandar dan tes seperti pengecekan kemajuan kelompok,perasaan orang,norma kelompok,kesukaran jalannya komunikasi kelompok.
b.      Kepemimpinan
Pimpinan yang efektif haruslah menyelesaikan kedua tujuan aktivitas kelompok yaitu tujuan fungsional dan pemeliharaan.Oleh karena itu, pimpinan kelompok disamping pimpinan dalam melaksanakan tugas kelompok juga pimpinan untuk memenuhi kebutuhan sosioemosional anggota kelompok.
c.       Jaringan dan Ekologi Kelompok
Berdasarkan preposisi Smith, suatu organsasi seharusnya menggunakan jaringan komunikasi sentralisasi bila masalah yang akan di selesaikan sederhana dan bila mencari seorang pemimpin. Tetapi bila masalahnya kompleks organisasi haruslah menggunakan jaringan desentralisasi dan juga bila mengiginkan fleksibilitas da moral yang tinggi.
d.      Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan
Dalam keadaan tertentu kelompok lebih baik melakukan tugas dari pada individu ,seperti tugas-tugas yang mempunyai pembagian kerja dan membawa hasil bersama.
Menurut Maier (1967) komunikasi kelompok kecil ini mempunyai kekuaan dan kelemahan tertentu. Kekuatanya adalah sebagai berikut:
1)      Lebih besar pengetahuaan dan informasi yang di peroleh.Kelompok lebih banyak mengetahui dari pada individu.
2)      Jumlah pendekatan lebih banyak terhadap masalah yang di pecahkan.
3)      Partisipasi dalam penyelesaian masalah menambah penerimaan masalah.
4)      Pemahaman yang lebih baik terhadap keputusan kelompok. Pembuat keputusan tidak lah perlu menyiarkan keputusan yang di buat, karena mereka yang membuat bersama.
Sedangkan kelemahan dari komunikasi kecil adalah sebagai berikut:
1)      Tekanan social
2)      Valensi penyelesaian
3)      Dominasi individual
4)      Konflik dari tujuankedua yaitu memenangkan argument.
Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Richard Walen sebagai berikut:
1)      Mengindentifikasi dan menganalisis masalah
2)      Mengemukakan kemungkinan-kemungkinan penyelesaian
3)      Menganalisis untung rugi
4)      Mengambilkeputusan
e.       Kepatuhan akan Norma Kelompok
Individu biasanya mematuhi norma-norma kelompok yang mempunyai pengaruh pada mereka. Ada variabel-variabel kunci yang mempengaruhi tingkat kepatuhan dalam kelompok, diantaranya:
1)      Sifat kepribadian yang mungkin mempengaruhi anggota kelompok untuk patuh
2)      Variabel dalam kelompok yang mempengaruhi kepatuhan
3)      Tekanan luar yang mempengaruhi kepatuhan
f.       Konflik
Konflik menurut persepsi kita adalah sesuatu yang kurang baik tetapi jumlah konflik yang sedikit sangat diinginkan.Organisasi yang sempurna, sehat tidaklah bebas dari konflik.Konflik jika ditangani secara pantas dapat diarahkan pada penyesuaian yang efektif dan tepat.
Cara menyelesaikan konflik menurut Pace dan Boren (1973) yaitu jika konflik karena perbedaan intrinsik dapat diselesaikan dengan menggunakan penjelasan, pembuktian atau verifikasi dan dengan memperluas system nilai.Perbedaan konflik ekstrinsik dapat diselesaikan melalui ketetapan saling menghargai, saling terbuka, saling mempercayai, memberikan perhatian, kemauan mengambil resiko dan tingkah laku yang mendukung.
g.      Besar Kelompok
Mengenai berapa jumlah anggota kelompok yang ideal belumlah ada kesepakatan, semuanya tergantung dari organisasi itu dan sudut pandang masing-masing.

C.    Komunikasi Publik
1.      Pengertian Komunikasi Publik
Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau apa pun yang bisa menjangkau publik. Yang pasti, Komunikasi Publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang lebih spesifik, yaitu suatu komunikasi yang menggunakan suatu media dalam menyampaikan pesannya.
Perbedaan komunikasi Publik dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil adalah sebagai berikut :
a.         Komunikasi publik berorientasi kepada si pembicara atau sumber sedangkan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil terdapat hubungan timbal balik antara pembicara dengan si penerima yang terlibat. Pada komunikasi organisasi publik, si pembicara mendominasi hubungan.
b.        Pada komunikasi publik melibatkan sejumlah besar penerima tetapi pada komunikasi interpersonal biasanya hanya 2 orang dan komunikasi kelompok kecil tidak lebih dari 5-7 orang penerima.
c.         Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi secara langsung antara si pembicara dengan si penerima.
d.        Bahasa yang digunakan  dalam komunikasi publik lebih umum supaya dapat dipahami  oleh pendengar.

2.      Tujuan Komunikasi Publik
Tujuan umum komunikasi publik adalah untuk memberikan informasi kepada sejumlah besar orang mengenai organisasi misalnya mengenai aktivitas-aktivitas organisasi dan hasil produksi organisasi. Sedangkan tujuan khususnya dinyatakan dalam bentuk pernyataan dalam kalimat yang lengkapmengenai apa yang diinginkan atau yang ingin dicapai.

3.      Pentingnya Komunikasi Publik dalam Organisasi
Pemberian informasi kepada publik perlu dilakukan untuk mengubah sikap publik terhadap informasi yang diberikan misalnya bertambah kepercayaan orang atau kesan baik orang terhadap organisasi tersebut.





4.      Tipe Komunikasi Publik dalam Organisasi
a.       Pemberi Informasi
1)      Presentasi Orientasi
Diberikan kepada karyawan-karyawan baru dalam organisasi  baik tertulis maupun lisan untuk memperkenalkan mereka dengan lingkungan kerja yang baru. Misalnya mengenai struktur organisasi, peraturan atau undang-undang dan aktivitas organisasi.
2)      Presentasi untuk Latihan Pekerjaan Tertentu
Bila sejumlah anggota organisasi diberikan jabatan baru, merekaa mesti dilatih untuk pekerjaan itu oleh pelatih, melalui beberapa bentuk presentasi komunikasi lisan.
3)      Laporan Status
Tiap-tiap subunit haruslah menyimpan informasi tentang apa yang mereka lakukan. Ini dilakukan untuk memudahkan dalam pemberian laporan status subunit masing-masing.
4)      Laporan kepada Dewan Pengurus
Meskipun tidak selalu diminta untuk membuat laporan kepada dewan pengurus, namun sebagai karyawan harus selalu membuat laporan agar selalu siap jika diminta memberikan laporan kepada dewan pengurus.
5)      Rapat-rapat Umum
Bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh karyawan tentang kebijaksanaan umum yang baru atau peraturan baru, atau hal lain yang perlu diinformasikan secara cepat.
a.       Mencari Komitmen
1)      Presentasi Pemasaran
Bertujuan untuk menciba meyakini orang lain tentang hasil produksi atau pelayanan organisasinya. Atau  rencana baru yang akan dilaksanakan dan mencari pemberian dana.
2)      Presentasi Memotivasi
Presentasi ini diberikan oleh pemimpin untuk mempengaruhi orang agar mau bekerja keras.



3)      Presentasi Penerimaan Karyawan atau Mahasiswa
Dilakukan secara tertulis yang menjelaskan syarat-syarat yang diperlukan bagi calon yang dibutuhkan. Disamping itu juga imbalan-imbalan apa yang diperoleh bila diterima.
4)      Pendekatan Tim
Tujuan presentasi ini adalah membujuk orang atau meyakini orang agar mau menerima ide-ide yang disampaikan. Smua anggota tim bekerja untuk mencapai tujuan umum dari presentasi.

5.      Analisis Pendengar dan Persiapan Komunikasi Publik
Berikut ini langkah-langkah secara garis besar dalam mempersiapkan suatu presentasi publik berdasarkan analisis pendengar, yaitu:
a.       Si pembicara harus mempersiapkan siapa orang yang akan mendengarkan presentasinya.
b.      Pembicara harus mengumpulkan data tentang pendengar.
c.       Pembicara harus menulis suatu paper posisi yang menjelaskan bagaimana reaksi pendengar menurut pikirannya terhadapa pembicara berdasarkan informasi yang dia peroleh.
d.      Hendaknya membuat garis-garis besar presentasinya. Tiap-tiap keputusan tentang isi, pengorganisasian dan nada seharusnya dibuat dengan memikirkan respon pendengar.
e.       Pembicara hendaklah selalu menyesuaikan dan membuat semua penyempurnaan yang mungkin dari presentasinya bahkan juga dalam penyampaiannya.

6.      Penyampaian Komunikasi Publik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi lisan, yaitu:
a.       Kontak Mata
Selain mempunyai kekuasaan untuk membujuk, kontak mata juga membantu menjaga perhatian pendengar.



b.      Vokalik
Presentasi lisan yang disampaikan dengan suara yang jelas dan enak didengar dapat memukau pendengar. Kecepatan berbicara, nada dan irama suara serta penekanan pada kata-kata  tertentu harus diperhatikan.
c.       Ketepatan
Kadang-kadang suatu presentasi disampaikan dalam situasi informal atau dalam suasana pendengar rileks, maka presentasipun hendakanya disesuaikan dengan kondisi tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila kondisi formal maka cara penyampaian presentasi juga bersifat formal.
d.      Perencanaan
Sebelum menyampaikan presentasi, si pembicara terlebih dahulu membuat perencanaan yang matang.pilihlah topic pembicaraan yang cocok untuk diberikan pada pendengar dengan berdasarkan analisi pendengar.





















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Semua pesan diciptakan  bermula dari diri kita. Kita bereaksi menurut perbedaan personal kita terhadap pesan di sekeliling kita. Inilah yang membuat komunikasi merupakan kejadian yang bersifat personal, karena tidak dapat dipisahkan dari interaksi kita dengan orang lain. Komunikasi interpersonal biasanya dimotivasi oleh kombinasi bermacam-macam faktor, serta tidak mempunyai satu efek, melainkan kombinasi beberapa efek atau hasil.
Tipe kekuasaan tertentu tidaklah bekerja pada isolasi situasi yang diberikan. Kekuasaan tidak didistribusikan sama dalam hierarki organisasi. Beberapa individu mempunyai lebih banyak kekuasaan, karena kekuasaan bukanlah atribut individual, tetapi hasil suatu persepsi.Hubungan interpersonal dalam organisasi banyak dipengaruhi oleh persepsi kita mengenai kekuasaan.
Menurut Shaw (1976) kelompok kecil adalah suatu kumpulan individu yang dapat mempengaruhi satu sama lain ,memperoleh beberapa kepuasan satu sama lain ,berinteraksi untuk beberapa tujuan ,mengambil peranan, terikat satu sama lain dan berkomunikasi tatap muka. Jika salah satu komponen ini hilang individu yang terlibat tidaklah berkomunikasi dalam kelompok kecil.
Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau apa pun yang bisa menjangkau publik. Yang pasti, Komunikasi Publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang lebih spesifik, yaitu suatu komunikasi yang menggunakan suatu media dalam menyampaikan pesannya.
Perbedaan komunikasi Publik dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil adalah sebagai berikut :
1.      Komunikasi publik berorientasi kepada si pembicara atau sumber sedangkan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil terdapat hubungan timbal balik antara pembicara dengan si penerima yang terlibat. Pada komunikasi organisasi publik, si pembicara mendominasi hubungan.
2.      Pada komunikasi publik melibatkan sejumlah besar penerima tetapi pada komunikasi interpersonal biasanya hanya 2 orang dan komunikasi kelompok kecil tidak lebih dari 5-7 orang penerima.
3.      Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi secara langsung antara si pembicara dengan si penerima.
4.      Bahasa yang digunakan  dalam komunikasi publik lebih umum supaya dapat dipahami  oleh pendengar.

B.     Saran-saran
Apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini kami membutuhkan kritik dan saran dari teman-teman semua yang bersifat membangun, agar makalahini lebih baik dan menjadi lebih sempurna. Dan juga dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam  memahami Format Interaksi Komunikasi dalam sebuah Organisasi.














DAFTAR PUSTAKA


Haney, W. V. Communication and Organizational Behavior: Text and Cases, Homewood Illinois : Irwin, 1973

Schutz, W. C. “The Interpersonal Underworld”. Science Behavior Book, 1966.

Redding, W. Charles. Communication Whitin the Organization. New York: Industrial Communication Council, Inc, 1972

Wenburg J., dan W. Wilmot. The Personal Communication Process. New York: Wiley, 1973.






No comments:

Post a Comment