BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Setelah kita lihat pentingnya akumulasi kapital serta sumber-sumber
alam dan manusia bagi pembangunan ekonomi, maka kita akan segera mendapat
gambaran bagaimana peranan dari perubahan-perubahan teknologi itu. Seperti dikatakan
oleh Schumpeter bahwa perkembangan yang lambat dan terus-menerus dalam
tersedianya alat-alat produksi dan tabungan merupakan faktor yang penting
didalam menguraikan sejarah perekonomian. Tetapi sebenarnya pertumbuhan
perekonomian itu terutama terdiri dari pengerjaan sumber-sumber alam yang ada
dengan cara yang berbeda-beda.
Misalnya tingkat teknik
di negara maju telah mampu membuat atom dan ternyata mereka
di negara tersebut sudah mempraktekkannya. Sedangkan kalau di negara sedang
berkembang celah ini masih lebar, yaitu meskipun tingkat teknologi sudah tinggi
- atom - tetapi mempraktekkannya/melaksanakannya sebagai faktor produksi belum
mampu. Jadi pembangunan ekonomi di negara-negara yang relatif kurang maju
maupun yang telah maju akan lebih banyak tergantung pada penerapan teknologi
ataupun pengetahuan yang ada. Karena itu setelah dibicarakan mengenai teknologi
dan perkembangannya dan peran dari wiraswasta atau wirausaha untuk memajukan
kemandirian bangsa.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian dan pentingnya teknologi ?
2.
Apa pengetian fungsi wiraswasta/wirausaha?
3.
Bagaimana karakteristik wirausaha/wiraswasta yang
mandiri dan mampu memajukan perekonomian bangsa?
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam
artian biasa (sehari-hari) teknologi berarti suatu perubahan dalam fungsi
produksi yang nampak dalam teknik produksi yang ada. Dalam kenyataannya, di
negara-negara yang telah maju masih banyak terdapat pabrik-pabrik yang belum
menggunakan teknik yang ada secara ekonomis maksimum karena mungkin adanya
faktor-faktor produksi yang relatif langka, pasaran yang tidak luas,
perkembangan yang kurang sempurna serta halangan-halangan kebudayaan dan
sebagainya. Karena itu sebaiknya selalu diusahakan perubahan-perubahan teknik
supaya ada penggunaan yang maksimum dari faktor-faktor tersebut. Adapun
perubahan-perubahan teknik untuk pertumbuhan ekonomi yaitu setiap perubahan
dalam metoda produksi yang telah digunakan dalam industri atau usaha-usaha
lain; karenanya adalah sama artinya dengan inovasi. Kebaikan dari definisi ini
adalah karena menitikberatkan pada perbuatan dalam merubah metode produksi,
jadi bukan hanya pada peranan invensi yang mungkin dapat dan mungkin juga tak
dapat diterapkan dalam situasi produksi tertentu
Norman M. Scarborough dan
Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “
An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and
uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying
opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those
opportunuties”.
Menurut Dan Steinhoff dan
John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola
dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha.
Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan,
wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang
menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat
juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai
terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap
mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya
baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya.
Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan
dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari
kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda
(create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk
menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya
kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan
dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang
ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13),
yaitu :
1.
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam
perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat,
kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different)
(Drucker, 1959)
3.
Kewirausahaan
adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan
persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4.
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk
memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth)
(Soeharto Prawiro, 1997).
5.
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan
sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat
memberi nilai lebih.
6.
Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah
dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda
untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan
cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara
baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki
produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan
kepuasan kepada konsumen.
BAB III
PEMECAHAN
MASALAH
Penyebaran ilmu pengetahuan/teknologi
sekarang ini lebih mudah daripada pada masa yang lalu. Dahulu setiap tukang
punya rahasia sendiri dalam cara bekerja yang mana hanya diberitahukan kepada
kawan-kawan terdekat saja. Juga misalnya dalam abad ke - 18 melarang ekspor
mesin-mesin dengan tujuan untuk memonopoli teknologinya. Pada masa sekarang
larangan-larangan semacam itu tidak banyak ditemui. Penguasa atau pemilik
pabrik-pabrik mesin akan dengan segala senang hati menjual mesin-mesinnya yang
baru atau yang modern ke negara-negara yang membutuhkan dan bahkan mau juga
menyediakan tenaga ahlinya sekaligus. Kegiatan-kegiatan yang bersifat komersial
ini juga telah dibantu oleh PBB dalam memberikan bantuan-bantuan teknik. Di
bidang agraria, demonstrasi-demonstrasi telah diadakan secara luas dengan
maksud untuk menyebarkan teknologi yang lebih baik. Tetapi pada waktu yang sama
kesulitan perhubungan masih tetap ada. Kekurangan tenaga ahli di negara sedang
berkembang membatasi penyebaran teknologi. Di samping itu juga ada, kesulitan
bahasa dalam menjelaskan teknik yang baru itu ataupun juga tidak punya devisa
untuk membeli buku-buku pengetahuan yang paling baru dan sebagainya.
Memang sekarang ini pada umumnya
negara-negara sedang berkembang lebih mudah meniru tingkat teknologi yang
tinggi dari negara-negara yang telah maju. Namun demikian peranan riset itu
perlu sekali untuk sedapat mungkin memperbaiki dan menyesuaikan teknologi itu
dengan keadaan di negara yang bersangkutan. Mengenai saat terjadinya invensi
adalah berhubungan erat dengan keadaan ekonomi, keadaan kebudayaan serta
adat-istiadat yang terdapat dalam masyarakat. Sebagaimana Meier (dan juga
Mantoux - ingat sejarah perekonomian) mengatakan bahwa terjadinya
invensi-invensi yang besar pada Revolusi Industri, dapat dijelaskan dengan baik
yakni adanya kebutuhan-kebutuhan yang secara ekonomi menyebabkan adanya
invensi-invensi dan disamping itu karena keadaan masyarakat waktu itu
menguntungkan buat adanya perkembangan. Dorongan ekonomis untuk mengadakan
invensi dapat digolongkan sebagai harapan/keinginan untuk mengambil bagian
dalam pasar-pasar yang makin luas, memecahkan persoalan-persoalan produksi yang
praktis dengan cara-cara baru dan mengambil keuntungan dari perubahan-perubahan
dalam faktor harga. Semua itu dapat berhasil bila baik pemerintah maupun
industri dapat mensistematisir penelitian untuk hasil-hasil produksi dan proses
invensinya. Akumulasi ilmu pengetahuan yang ada mengembangkan kombinasi dan
hubungan antar faktor-faktor yang baru. Testing
dan penerapan teknologi baru dapat dilakukan oleh Universitas-Universitas
ataupun oleh badan-badan lain. Sebagai contoh, di Uni Sovyet kegiatan-kegiatan
semacam ini telah mendapat tempat yang sangat penting yang mana telah
disentralisir dalam organisasi-organisasi seperti State Committee on New Technology, Gosspan's Division of Technology dan the Commissionmen Invention
and Discoveries. Di negara-negara barat lainnya, kegiatan ini berpusat di
Departemen-departemen yang besar bersama dengan penelitian-penelitian militer
yang besar yang juga diawasi maupun dikoordinir lewat badan-badan pemerintah.
Sejak Repelita II Indonesia punya Menteri Riset.
Wirausaha/wiraswasta adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang
dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada.
Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang
melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk
memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi
semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang
dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering
digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
Karakteristik
Kewirausahaan yang mampu memajukan perekonomian dan kemadirian bangsa :
1.
Motif Berprestasi Tinggi
Motif berprestasi ialah
suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna
mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus
dipenuhi.
2.
Selalu Perspektif
Seorang wirausahawan
hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat
ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh
perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki
persepktif dan pandangan kemasa depan.
3.
Memiliki Kreatifitas Tinggi
Menurut Teodore Levit,
kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut
Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh
karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang
baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
4.
Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
·
digerakkan oleh ide dan
impian,
·
lebih mengandalkan kreativitas,
·
menunjukkan keberanian,
·
percaya pada hoki, tapi lebih percaya pada
usaha nyata,
·
melihat masalah sebagai
peluang,
·
memilih usaha sesuai hobi
dan minat,
·
mulai dengan modal
seadanya,
·
senang mencoba hal baru,
·
selalu bangkit dari
kegagalan, dan
·
tak mengandalkan gelar
akademis.
5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Selalu Komitmen dalam
Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab Seorang
wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat
didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam
menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad
yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan
usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja
keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha
yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat
apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting
sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.
6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
Sesuai dengan inti
dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan
berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak
inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang
wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif didalam mengembangkangkan ide dan
pikiranya terutama didalam menciptakan peluang usaha didalam dirinya, dia dapat
mandiri menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang
lain, seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan
jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan
teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk
menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk
dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan
kepada konsumen.
7.
Berani Menghadapi Risiko
Wirausaha dalam
mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan
perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya
karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko
yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat,
mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh
hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan
balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15).
8. Selalu Mencari Peluang
Esensi kewirausahaan
yaitu tanggapan yang positif terhadappeluang untuk memperoleh keuntungan untuk
diri sendiri dan ataupelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat,
cara yangetis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental
untukmerealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu
jugamenampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungansecara etis
serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yangmengelola organisasi nirlaba
yang bertujuan untuk memberikanpelayanan yang lebih baik bagi
pelanggan/masyarakat.
9.
Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha
yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan.
Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih
dahulu, lebih menonjol. Debgan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi,
ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih
dahulu dan segera berada dipasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa
baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi
maupun pemasaran. Ia selalu memamfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah
nilai. Karena itu, perbedaan bagi sesorang yang memiliki jiwa kewirausahaan
merupakan sumber pembaharuan untuk menciptakan nilai. Ia selalu ingin bergaul
untuk mencari peluang, terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian
dijadikan peluang. Leadership Ability adalah kemampuan dalam kepemimpinan.
10. Memiliki Kemampuan Manajerial
Salah satu jiwa
kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan untuk
memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki
kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha,
mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan
operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial
yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan
keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan uasaha yang diperoleh.
11. Memiliki Kerampilan Personal
Mampu meningkatkan
kapasitas diri sendiri dankapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan
memotivasi orang lain(leadership/ managerialship) serta melakukan perluasan dan
pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bagi negara-negara yang sedang
berkembang, kemajuan teknologi ini terhalang oleh karena relatif terbatasnya
wiraswasta. Sebaliknya, tumbuhnya wiraswasta telah tertunda atau lambat karena
halangan-halangan yang berasal dari keadaan-keadaan sosial, adat istiadat dan
perekonomiannya, bersama-sama dengan tiadanya insentif-insentif yang cukup
untuk menutup halangan-halangan itu. Dalam hal ini atau dalam banyak hal,
peranan pemerintah dalam mendorong inovasi penting, artinya bahwa pemerintah
harus memberikan dorongan yang kuat dan secara luas.
Wirausaha/wiraswasta
adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya
dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya
Karakteristik Kewirausahaan yang mampu
memajukan perekonomian dan kemadirian bangsa :
·
Motif Berprestasi Tinggi
·
Memiliki Kreatifitas Tinggi
·
Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
·
Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja
dan Tanggung Jawab
·
Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
·
Berani Menghadapi Risiko
·
Selalu Mencari Peluang
·
Memiliki Jiwa Kepemimpinan
·
Memiliki Kemampuan Manajerial
·
Memiliki Kerampilan Personal
B.
Saran
Penulis mengharapkan kritikan dan
saran yang membangun dari teman-teman terutama pada dosen pembimbing,karena
penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Dan penulis
mengucapkan banyak terimakasih kepada dosen pembimbing atas tugas yang telah di
berikan pada kita (mahasiswa).
DAFTAR ISI
Irawan, M.suparmoko. 1992. Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Universitas Negeri Malang. 2003. Pedoman Penulisan Karya
Ilmiah: Skripsi, Tesis, Desertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Edisi Keempat Cetakan Kedua.
Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi bekerja
sama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang

No comments:
Post a Comment