Wirausaha (contoh makalah semester 5 STIA AMT)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setelah kita lihat pentingnya akumulasi kapital serta sumber-sumber alam dan manusia bagi pembangunan ekonomi, maka kita akan segera mendapat gambaran bagaimana peranan dari perubahan-perubahan teknologi itu. Seperti dikatakan oleh Schumpeter bahwa perkembangan yang lambat dan terus-menerus dalam tersedianya alat-alat produksi dan tabungan merupakan faktor yang penting didalam menguraikan sejarah perekonomian. Tetapi sebenarnya pertumbuhan perekonomian itu terutama terdiri dari pengerjaan sumber-sumber alam yang ada dengan cara yang berbeda-beda.
Misalnya tingkat teknik di negara maju telah mampu membuat atom dan ternyata mereka di negara tersebut sudah mempraktekkannya. Se­dangkan kalau di negara sedang berkembang celah ini masih lebar, yaitu meskipun tingkat teknologi sudah tinggi - atom - tetapi mempraktekkannya/melaksanakannya sebagai faktor produksi belum mampu. Jadi pembangunan ekonomi di negara-negara yang relatif kurang maju maupun yang telah maju akan lebih banyak tergantung pada penerapan teknologi ataupun pengetahuan yang ada. Karena itu setelah dibicarakan mengenai teknologi dan per­kembangannya dan peran dari wiraswasta atau wirausaha untuk memajukan kemandirian bangsa.
B.     Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dan pentingnya teknologi ?
2.    Apa pengetian fungsi wiraswasta/wirausaha?
3.    Bagaimana karakteristik wirausaha/wiraswasta yang mandiri dan mampu memajukan perekonomian bangsa?

BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam artian biasa (sehari-hari) teknologi berarti suatu perubahan dalam fungsi produksi yang nampak dalam teknik pro­duksi yang ada. Dalam kenyataannya, di negara-negara yang telah maju masih banyak terdapat pabrik-pabrik yang belum meng­gunakan teknik yang ada secara ekonomis maksimum karena mungkin adanya faktor-faktor produksi yang relatif langka, pasaran yang tidak luas, perkembangan yang kurang sempurna serta halangan-halangan kebudayaan dan sebagainya. Karena itu sebaiknya selalu diusahakan perubahan-perubahan teknik supaya ada penggunaan yang maksimum dari faktor-faktor tersebut. Adapun perubahan-perubahan teknik untuk pertumbuhan ekonomi yaitu setiap perubahan dalam metoda produksi yang telah diguna­kan dalam industri atau usaha-usaha lain; karenanya adalah sama artinya dengan inovasi. Kebaikan dari definisi ini adalah karena menitikberatkan pada perbuatan dalam merubah metode produksi, jadi bukan hanya pada peranan invensi yang mungkin dapat dan mungkin juga tak dapat diterapkan dalam situasi produksi tertentu
Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “ An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1.      Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.      Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959)
3.       Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4.      Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.      Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6.      Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

BAB III
PEMECAHAN MASALAH
Penyebaran ilmu pengetahuan/teknologi sekarang ini lebih mudah daripada pada masa yang lalu. Dahulu setiap tukang punya rahasia sendiri dalam cara bekerja yang mana hanya diberitahukan kepada kawan-kawan terdekat saja. Juga misalnya dalam abad ke - 18 melarang ekspor mesin-mesin dengan tujuan untuk memonopoli teknologinya. Pada masa sekarang larangan-larangan semacam itu tidak banyak ditemui. Penguasa atau pemilik pabrik-pabrik mesin akan dengan segala senang hati menjual mesin-mesinnya yang baru atau yang modern ke negara-negara yang membutuhkan dan bahkan mau juga menyediakan tenaga ahlinya sekaligus. Kegiatan-kegiatan yang bersifat komersial ini juga telah dibantu oleh PBB dalam memberikan bantuan-bantuan teknik. Di bidang agraria, demonstrasi-demonstrasi telah diadakan secara luas dengan maksud untuk menyebarkan teknologi yang lebih baik. Tetapi pada waktu yang sama kesulitan perhubungan masih tetap ada. Kekurangan tenaga ahli di negara sedang berkembang membatasi penyebaran teknologi. Di samping itu juga ada, kesulitan bahasa dalam menjelaskan teknik yang baru itu ataupun juga tidak punya devisa untuk membeli buku-buku pengetahuan yang paling baru dan sebagainya.
Memang sekarang ini pada umumnya negara-negara sedang berkembang lebih mudah meniru tingkat teknologi yang tinggi dari negara-negara yang telah maju. Namun demikian peranan riset itu perlu sekali untuk sedapat mungkin memperbaiki dan menyesuaikan teknologi itu dengan keadaan di negara yang bersangkutan. Mengenai saat terjadinya invensi adalah berhubungan erat dengan keadaan ekonomi, keadaan kebudayaan serta adat-istiadat yang terdapat dalam masyarakat. Sebagaimana Meier (dan juga Mantoux - ingat sejarah perekonomian) mengatakan bahwa terjadinya invensi-invensi yang besar pada Revolusi Industri, dapat dijelaskan dengan baik yakni adanya kebutuhan-kebutuhan yang secara ekonomi menyebabkan adanya invensi-­invensi dan disamping itu karena keadaan masyarakat waktu itu menguntungkan buat adanya perkembangan. Dorongan ekonomis untuk mengadakan invensi dapat digolongkan sebagai harapan/ke­inginan untuk mengambil bagian dalam pasar-pasar yang makin luas, memecahkan persoalan-persoalan produksi yang praktis dengan cara-cara baru dan mengambil keuntungan dari per­ubahan-perubahan dalam faktor harga. Semua itu dapat berhasil bila baik pemerintah maupun industri dapat mensistematisir penelitian untuk hasil-hasil produksi dan proses invensinya. Akumulasi ilmu pengetahuan yang ada mengembangkan kombinasi dan hubungan antar faktor-faktor yang baru. Testing dan penerap­an teknologi baru dapat dilakukan oleh Universitas-Universitas ataupun oleh badan-badan lain. Sebagai contoh, di Uni Sovyet kegiatan-kegiatan semacam ini telah mendapat tempat yang sangat penting yang mana telah disentralisir dalam organisasi-organisasi seperti State Committee on New Technology, Gosspan's Division of Technology dan the Commissionmen Invention and Discoveries. Di negara-negara barat lainnya, kegiatan ini berpusat di Departe­men-departemen yang besar bersama dengan penelitian-peneliti­an militer yang besar yang juga diawasi maupun dikoordinir lewat badan-badan pemerintah. Sejak Repelita II Indonesia punya Menteri Riset.
Wirausaha/wiraswasta adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada.
Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
Karakteristik Kewirausahaan yang mampu memajukan perekonomian dan kemadirian bangsa :
1.      Motif Berprestasi Tinggi
Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
2.      Selalu Perspektif
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan.
3.      Memiliki Kreatifitas Tinggi
Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
4.      Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
·         digerakkan oleh ide dan impian,
·          lebih mengandalkan kreativitas,
·         menunjukkan keberanian,
·          percaya pada hoki, tapi lebih percaya pada usaha nyata,
·         melihat masalah sebagai peluang,
·         memilih usaha sesuai hobi dan minat,
·         mulai dengan modal seadanya,
·         senang mencoba hal baru,
·         selalu bangkit dari kegagalan, dan
·         tak mengandalkan gelar akademis.
5.      Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang mengebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada dipasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.
6.      Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif didalam mengembangkangkan ide dan pikiranya terutama didalam menciptakan peluang usaha didalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain, seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
7.      Berani Menghadapi Risiko
Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15).
8.      Selalu Mencari Peluang
Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadappeluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan ataupelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yangetis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untukmerealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu jugamenampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungansecara etis serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yangmengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikanpelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.
9.      Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil  berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Debgan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada dipasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Ia selalu memamfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai. Karena itu, perbedaan bagi sesorang yang memiliki jiwa kewirausahaan merupakan sumber pembaharuan untuk menciptakan nilai. Ia selalu ingin bergaul untuk mencari peluang, terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian dijadikan peluang. Leadership Ability adalah kemampuan dalam kepemimpinan.
10.  Memiliki Kemampuan Manajerial
Salah satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan untuk memanagerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan uasaha yang diperoleh.
11.  Memiliki Kerampilan Personal
Mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dankapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain(leadership/ managerialship) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bagi negara-negara yang sedang berkembang, kemajuan teknologi ini terhalang oleh karena relatif terbatasnya wiraswas­ta. Sebaliknya, tumbuhnya wiraswasta telah tertunda atau lambat karena halangan-halangan yang berasal dari keadaan-keadaan sosial, adat istiadat dan perekonomiannya, bersama-sama dengan tiadanya insentif-insentif yang cukup untuk menutup halangan­-halangan itu. Dalam hal ini atau dalam banyak hal, peranan peme­rintah dalam mendorong inovasi penting, artinya bahwa pemerin­tah harus memberikan dorongan yang kuat dan secara luas.
Wirausaha/wiraswasta adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya
Karakteristik Kewirausahaan yang mampu memajukan perekonomian dan kemadirian bangsa :
·         Motif Berprestasi Tinggi
·         Memiliki Kreatifitas Tinggi
·         Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi
·         Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
·         Mandiri atau Tidak Ketergantuangan
·         Berani Menghadapi Risiko
·         Selalu Mencari Peluang
·         Memiliki Jiwa Kepemimpinan
·         Memiliki Kemampuan Manajerial
·         Memiliki Kerampilan Personal

B.     Saran
Penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari teman-teman terutama pada dosen pembimbing,karena penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Dan penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada dosen pembimbing atas tugas yang telah di berikan pada kita (mahasiswa).

DAFTAR ISI
Irawan, M.suparmoko. 1992. Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Universitas Negeri Malang. 2003. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Desertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Edisi Keempat Cetakan Kedua. Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi bekerja sama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang

No comments:

Post a Comment